Health

Bagaimana Cara Mengembalikan Keperawanan Tanpa Operasi?

Keperawanan identik dengan harga diri dan kehormatan wanita. Hal itu seperti sudah tuntutan di masyarakat, namun banyak juga memandang hal itu dari persepsi yang salah. Sehingga tidak jarang wanita yang mencoba untuk bisa menjadi perawan dengan berbagai cara. Ada yang mencari cara mengembalikan keperawanan tanpa operasi dan ada juga yang melalui operasi. Banyak doktrinasi barat yang mempengaruhi pemikiran orang timur. Seperti patokan orang untuk menilai keperawanan, sehingga banyak yang menilai perawan itu dilihat dari keutuhan selaput dara. Bahkan ada persepsi ciri wanita masih perwan itu dinilai dari bagian tubuhnya seperti kening, bibir, pantat, perut, cara berjalan dan lain sebagainya. Bila mengacu hal itu seperti berfikir hal yang kurang logis. Menurut ahli seksiologi selaput dara pada wanita dapat mengalami kerusakan yang disebabkan karena aktivitas olah raga berat, senam, atau kecelakaan.

keperawanan

Wanita nyata dikatakan tidak perawan apabila sudah melakukan aktivitas seksual dengan melibatkan alat kelamin pria. Ini merupakan penyebab utama wanita deisebut tidak lagi perawan. Ketidakperawanan ini bagi seorang gadis yang belum menikah bisa menjadi sumber depresi dan mengoyak harga diri, sehingga banyak diantara mereka yang menempuh banyak cara untuk mengembalikan keperawanan.

Seperti menggunakan ramuan bahan alami sebagai cara mengembalikan keperawanan tanpa operasi, karena biasanya biaya operasi kisaran antara 3 sampai 7 juta rupiah. Sedang bila menggunakan bahan alami, cenderung lebih murah dan mudah didapat. Beberapa bahan yang dipercaya untuk mengembalikan keperawanan yaitu :

  • telur ayam kampung
  • kayu cendana
  • buah maja
  • kayu gaharu
  • kunyit
  • minyak wijen ( Semua bahan perlu dicampur dan dijadikan ramuan alami ).

Kabar yang beredar dalam masyarakat tidak sepenuhnya berdasarkan fakta-fakta ilmiah, namun tumpang tindih dengan mitos atau kepercayaan orang tua masa lampau yang diturunkan secara turun temurun karena banyak generasi melakukannya tanpa tahu kebenarannya atau tidak. Berikut beberapa serba-serbi tentang keperawanan wanita dan alat kewanitaan:

  1. Punya darah perawan, mitosnya wanita sering dianggap masih perawan ketika bisa mengeluarkan darah saat dia berhubungan seks untuk pertama kalinya, sedangkan bila tidak dia dianggap sudah tidak perawan. Sedangkan faktanya, tidak semua wanita bisa mengalami hal ini, karena selaput dara bersifat fleksibel dan termasuk membran lembut yang bisa melentur. Ketika melentur bisa membuatnya tidak mengeluarkan darah sewaktu melakukan hubungan intim, walaupun untuk pertama kalinya.
  2. Memiliki selaput dara, banyak yang menganggap bahwa setiap wanita mempunyai selaput dara. Sedangkan faktanya, tidak semua wanita memiliki selaput dara. Selaput dara merupakan jaringan kulit yang tipis yang posisinya merentang pada vagina wanita dan biasanya menutupi sebagian atau seluruh mulut vagina. Pada sebagian wanita tidak mesti memiliki struktur yang sama.
  3. Tingkat ketebalan selaput dara pada wanita berbeda antara satu dengan yang lain. Ada wanita yang punya selaput dara yang sangat tipis sehingga rentan sobek. Selaput daranya bisa sobek walaupun belum pernah melakukan hubungan bada. Beberapa kegiatan yang bisa menyebabkan selaput dara yang rentan bisa sobek seperti melakukan aktivitas berat, kemudian kena hantaman keras, ataupun kegiatan memanjat. Namun ada juga yang tebal, walaupun telah menikah dan melakukan hubungan badan berkali-kali selaput daranya tetap utuh. Hal ini disebabkan selaput daranya elastis.

Sehingga bisa disimpulkan ketidak keperawanan itu ditandai dengan selaput dara yang sudah robek. Asalkan seorang wanita belum pernah berhubungan badan itu berarti masih perawan. Banyak kejadian wanita yang punya kekhawatiran dengan malam pertama, begitu halnya wanita yang sudah melahirkan yang ingin seperti perawan lagi, sehingga melakuakan berbagai upaya untuk mewujudkannya. Salah satunya cara mengembalikan keperawanan tanpa operasi yaitu menggunakan ramuan obat tradisional.

Tinggalkan Balasan

*